PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN

M. Ghaza Kusairi

(Mahasiswa Pascasarjana UIN Maliki Malang)

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan manusia sebagai makhluk pengembang tugas kekholifahan dibumi akan menjadi dinamis dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan merupakan instrumen atau alat yang penting untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh manusia yaitu sebagai makhluk yang harus dididik, makhluk yang dapat dididik dan makhluk yang dapat mendidik. Oleh sebab itu, harus disesuaikan dengan tuntunan perkembangan zaman. Karena di antara salah satu problem yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini adalah problem yang menyangkut tentang pendidikan yaitu kurang relevansinya antara dunia pendidikan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya dan kebutuhan pembangunan pada umumnya. Dalam setiap kurikulum mencerminkan keinginan, cita-cita, tuntunan dan kebutuhan masyarakat  Sekolah memang didirikan oleh dan untuk masyarakat. Sudah sewajarnya pendidikan harus memperhatikan dan merespon terhadap suara-suara masyarakat Pendidikan tidak dapat tiada harus memberi jawaban atas tekanan-tekanan yang datang dari desakan dan tekanan dari kekuatan-kekuatan sosial politik–ekonomi yang dominan pada saat tertentu. Kesulitan akan dihadapi bila kelompok-kelompok sosial mengajukan keinginan yang bertentangan berhubungan dengan kepentingan khusus masing-masing. Anak tidak hidup sendiri  terisolasi dari manusia lainnya ia selalu hidup  dalam suatu masyarakat. Disitu harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung jawab, baik sebagai anak  maupun sebagai orang dewasa kelak. Ia akan banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya mengembangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. Tuntunan masyarakat tidak dapat diabaikannya.

Dengan pendidikan diharapkan mampu mencetak kader-kader pembangunan yang cukup terampil kreatif serta penuh inovatif dalam bidangnya masing-masing akan tetapi kenyataannya lain, bahwa sekarang produktifitas pendidikan dirasakan masih belum mampu mengimbangi kemajuan yang telah dicapai oleh Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Melalui pendidikan diharapkan manusia menjadi makhluk yang optimis dalam menetapkan masa depan. Bahwa pendidikan akan membawa kemajuan yang berarti yakni membentuk manusia berkualitas  tinggi dan mandiri.

Profesional berhubungan dengan profil guru, walaupun potret guru yang ideal memang sulit didapat namun kita boleh menerka profilnya. Guru idaman merupakan produk dari keseimbangan antara penguasaan aspek  keguruan dan disiplin ilmu. Keduanya tidak perlu dipetentangkan melainkan bagaimana guru tertempa kepribadiannya dan terasah aspek penguasaan materi. Kepribadian guru yang utuh dan berkualitas sangat penting karena dari sinilah muncul tanggung jawab profesional sekaligus menjadi inti kekuatan profesional dan kesiapan untuk selalu mengembangkan diri.Tugas guru adalah merangsang potensi  peserta didik  dan mengajarnya supaya belajar.

Kualitas pendidikan tidak terlepas dari kualitas proses belajar mengajar. Sebagai relevansinya  dituntut adanya pengajaran yang efektif karena gurulah sebagai pelaksana utama dalam proses belajar mengajar. Mutu pendidikan bukan hanya ditentukan oleh guru, melainkan oleh siswa, sarana dan faktor-faktor instrumental lainnya. Tetapi siswa itu pada akhirnya tergantung pada mutu pengajaran dan mutu pengajaran tergantung pada mutu guru.

Tinggi rendahnya mutu pendidikan banyak dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Untuk itu peningkatan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran disekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai supervisor, pembina dan atasan langsung. Sebagaimana yang kita pahami bersama bahwa masalah profesi  akan selalu ada  dan terus berlanjut seiring dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga bimbingan dan pembinaan yang profesional dari kepala sekolah selalu dibutuhkan guru secara berkesinambungan. Pembinaan tersebut disamping itu untuk meningkatkan semangat kerja guru, juga diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap munculnya sikap profesional guru.

Sebenarnya kita akui pada masa lalu (masa kini) profesi guru kurang memberikan rasa bangga diri. Bahkan ada guru yang malu disebut sebagai guru. Rasa inferior terhadap potensi lain masih  melekat dihati banyak guru. Masih jarang kita  mendengar dengan suara lantang guru mengatakan “Inilah aku”. Kurangnya rasa bangga itu akan mempengaruhi motivasi kerja dan citra  masyarakat terhadap  profesi guru. Banyak guru secara sadar atau tidak sadar mempromosikan kurang bangganya kepada masyarakat. Ungkapan “cukuplah saya sebagai guru” sering masih mendengar dari mulut guru. Ungkapan ini lalu diterjemahkan sebagai profesi  yang kurang menjanjikan masa depan yang kurang cerah. Tantangan-tantangan yang harus disambut, jika kita ingin mempromosikan jabatan guru. Dengan perkataan lain, hakikat keprofesionalan jabatan guru tidak akan terwujud  hanya dengan mengeluarkan pernyataan bahwa  guru adalah jabatan / pekerjaan profesional, meskipun pernyataan itu dikeluarkan dalam bentuk peraturan resmi. Sebaliknya, status profesional hanya dapat diraih melalui perjuangan yang berat dan cukup panjang.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan harus tersedianya pendidikan yang memiliki tenaga ahli atau guru tenaga pengajar  yang profesional. Dengan kata lain agar pendidikan dapat mempunyai nilai guna dan hasil guna lebih dan nantinya diharapkan mampu menjawab problem diatas, maka guru masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari Kepala Sekolah sebagai pemimpin dan penanggung jawab. Dalam suatu kekompok lembaga  organisasi sangat diperlukan adanya seorang pemimpin yang dianggap  mampu mengatur, mengayomi dan bertanggung jawab terhadap kelompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: