PRO-KONTRA PEMBERIAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL

Oleh: M. Ghaza Kusairi

Kepergian DUSDUR begitu menyedihakan bagi para intelektual bangsa ini, terutama para insan akademis yang merasa heliangan seorang bapak intelektual yang pemikirannya telah banyak mempengaruhi pemikiran pada era globalisasi ini. Walaupun pemikiran-pemikiran DUSDUR banyak yang menimbulkan pro-kontra dimasyarakat, karena arah pemikirannta sulit untuk dipahami oleh manusia biasa. Akan tetapi tidak bagi para insan akademis, jusatru pemikiran-pemikiran nyeleneh DUSDUR inilah yang banyak memberikan inspirasi pada pola piker intelektual saat ini dalam mengembangan ilmu pengetahuan

Selamat jalan Guru Bngasa, selamat jalan bapak intelektual Indonedia, selamat jalan bapak Reformasi, kami sangat kehilanganmu GUSDUR. Kepergian DUSDUR, rakyat Indonesia merasa kelangan putra bangsanya terutama para pengikut NU. Jasa belaiau akan selalu dikenang seluruh insan akademis diseluruh dunia ini.

Tidak dapat kita pungkiri, bahwa jasa GUSDUR cukup besar dalam memajukan bangsa ini, terutama dalam dunia intelektual, beliau memberikan corok pada pemikir-pemikir Indonesia saat ini. Namun setelah DUSDUR telah tiada, pro-kontar dimasyarakat bermunculan, terutama dikalangan elit politik yang sangat mengagumi GUSDUR. Pro-kontra yang muncul berkaitan dengan gelar apa yang pantas diberikan kepada GUSDUR.

Inilah yang harus kita sikapi dengan bijaksana, dalam pemberikan gelar Pahlawan Nasional itu cukup pantas bagi GUSDUR, jasa belaiau telah banyak membantu bangsa ini. Lalu kita menegok kebelakang, bagaimana dengan almarhum SOEHARTO, jasa beliau dalam memajukan bangsa ini juga cukup besar, disinilah permasalahan muncul dalam sudut pandang saya. Apa sebenarnya kriteria untuk memperoleh gelar PAHLAWAN NASOINAL tersebut. GUSDUR dan SOEHARTO pantas mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tersebut berkat jasa-jasa beliau selam mengabdi kepada bangsa dan Negara Indonesia ini.
Jika gelar Pahlawan Nasional hanya diberikan kepada GUSDUR, ini tidak adil dan pemberikan gelar ini banyak dipolitisir oleh para elit-elit politik. Jika GUSDUR bisa mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, lalu kenapa SOEHARTO tidak, ada apa dengan pemberikan gelar ini. Embrio dan dasar pembangun bangsa ini tidak lepas dari jasa almarhum SOEHARTO. Kita bisa menikmati bangsa ini juga berkat jasa SOEHARTO yang telah mambangunnya kurang lebih 32 tahun, waktu yang cukup lama untuk pengabadian kepada bangsa dan Negara.

GUSDUR dan SOEHARTO, suka atau tidak, beliau berdua adalah putra bangsa Indonesia yang harus mendapat gelar PAHLAWAN NASIONAL. Jika hal ini hanya diberikan kepada GUSDUR semata, maka ini tidak adil. GUSDUR dan SOEHARTO dalam pelengseran mereka dari Presiden RI sama dipaksa untuk melepas jabatan kepresidenan RI. Jika gelar Pahlawan Nasional hanya diberikan pada GUSDUR, lalu mengabaikan jasa-jasa SOEHARTO, saya pribadi tidak setuju dan ini tidak bisa dibenarkan jika kita pandang dari sudut keadilan.

Saya mengharapkan dalam menyikapi pemberian gelar Pahlawan Nasional harus lebih bijaksana dan adil. Justru sebenarnya gelar Pahlawan Nasional itu lebih pantas diberikan kepada SOEHARTO daripada GUSDUR jika kita lihat dari jasa-jasa beliau selama ini dalam memajukan negara Indonesia tercintai, disamping kita tidak bisa lepas dari kekuarang dan kelebihan beliau berdua. Janganlah dalam pemberikan gelar ini hanya untuk kepentingan politik, golongan dan suku, tetapi untuk kepentingan bangsa ini.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional, tidaklah dipermasalahkan oleh rakyat Indonesia jika bisa berlaku adil. Permasalahan-permasalahan itu akan muncul jika gelar Pahlawan Nasional hanya diberikan kepada GUSDUR lalu mengabikan SOEHARTO karena hal ini demi kepentingan politik dan golongan, ini tidak bisa diterima. Tanpa diberikan gelar Pahlawan Nasional pun, GUSDUR dan SOEHARTO adalah Pahlawan Bangsa ini tidak bisa kita pungkiri.

Maka dari itu, saya sebagai insan akademis, mengibau pemerintahan Indonesia bersatu SBY-Boediono dan para elit politik untuk menyikapi hal dengan kacamata keadilan. Gelar Pahlawan Nasional tidak boleh hanya diberikan kepada GUSDUR semata, tetapi juga kepada SOEHARTO. Saya mengatakan hal semacam ini, bukan berarti saya adalah pendukung SOEHARTO, justru sebaliknya, saya lebih mengagumi sosok GUSDUR dalam hal pemikiran beliau, tetapi dalam hal kepemimpinan bagi saya, SOEHARTO lebih baik daripada GUSDUR, walaupun unsur-unsur KKN berkembang dengan subur ketika pemerintahan SOEHARTO. Dalam dunai keilmuan, GUSDUR luar biasa yang sangat dikagumi oleh seluruh dunia, terutama pola pikir beliau (GUSDUR) dalam menyampaikan gagasan-gagasan. Tetapi dalam hal kepemimpinan , pada dasarnya GUSDUR gagal.

Melihat jasa GUSDUR dan SOEHARTO dalam mamajukan bangsa ini, sangatlah besar yang tidak bisa dihargai dengan Pahlawan Nasional, GUSDUR dan SOEHARTO pantas mendapatkan yang lebih dari sekedar Pahlawan Nasional. Apa sebenarnya tujuan dari pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut, apa sekedar agar GUSDUR dikenal generasi-generasi berikutnya. Perlu kita ketahui, tanpa pemberian gelar Pahlawan Nasional pun, GUSDUR akan tetap dikenang orang untuk selamanya, begitu juga dengan SOEHARTO.

Apakah pemberian gelar Pahlawan Nasional ini hanya untuk menambah wacana baru dari kalangan elit politik dan acara berita di televisi yang harus disikusikan setiap hari dengan mengudang pakar ini pakar itu, sehingga para dukunpun di undang untuk mendiskusikan hal ini. Jika wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional ini hanya mancari sensasi atau ingin populer semata, ini merupakan keodohan yang sangat memalukan. Kenapa kita sibuk mengurus hal ini, hanya mengabiskan waktu saja. Kenapa tidak langsung saja memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum GUSDUR dan SOEHARTO yang pemberitaannya menghiasai setiap program televisi Indonesia saat ini. Jangan-jangan Presiden kita sekarang SBY juga mau pesan gelar Pahlawan Nasional jika beliau telah tiada. Marilah kita sikapi dengan adil dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional, GUSDUR adalah Pahlawan Nasional SOEHARTO pun juga Pahlawan Nasional tanpa kita sadar hal itu. SELAMAT JALAN GUSDUR…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: