HILANGNYA HATI PARA PEMIMPIN

Oleh: Bang Ghaza
Disaat rakyat sedang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik kebutuhan ekonomi, kesehatan maupun pendidikan. Masih banyak rakyat Indonesia yang tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Kelaparan masih yang dialami oleh rakyat masih terdapat disetiap sudut perkotaan, banyak anak-anak remaja tidak bisa melajutkan penididkan, semua ini karena tidak ada biaya untuk itu semua.
Namun disisi lain, ada orang yang tidak lagi memiliki hati, peduli sesama. Mereka berlambo-lomba mengumpulkan kekayaan demi memenuhi hawa nafsunya semata.
Misalnya boleh kita katakan, para pemerintahan JILID II ala SBY-Boediono tidak lagi peduli dengan penderitaan rakyat. Hal ini terlihat dengan fasilitas mobil mewah yang diberikan kepada para menteri-menteri binaan SBY-Boediono JILID II saat ini. Mobil dengan harga 1.3 M suatu yang luar biasa dengan prestasi yang bisa dibilang pas-pasan. Apakah tidak cukup dengan gaji puluhan juta?
Apakah mereka ini tidak waras lagi sehingga tidak peduli kepada rakyat. Masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak bisa melajutkan pendidikan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan, tetapi mengapa para pemerintahan JILID II ini tidak mau peduli. Salah satu bunyi dari amanat UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Walaupun keberadan mobil mewah tidak semua para pejabat menerimanya, mereka menolak dengan terang-terangan. Jika pemerintahan tidak pernah peduli dengan rakyat kecil, maka tunggulah cepat atau lambat negara Indonesia akan binasa karena ulah para pemimpinnya yang tidak memiliki hati dan sudah tidak waras.
Andaikan biaya untuk mobil mewah para pejabat JILID II ala SBY-Boediono dialokasikan untuk biaya pendidikan anak yang putus sekolah, maka secara tidak langsung kita telah memberantas kebodohan, kemiskinan dan keterpurukan moral. Jika tidak demikian, maka biaya tersebut untuk mengobati kejiwaan para pajabat yang tidak waras yang tidak punya hati lagi.
Ada anggapkan dikalangan masyarakat kita, bahwa rakyat Indonesia mengalami krisis moral, namun tidak demikian sebenarnya, yang mengalami krsisi moral adalah para pemerintahan saat ini. Mereka inilah yang harus dididik kembali, jika tidak maka tidak akan ada perubahan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: