PROMOSI JABATAB SECARA TEMPORER

M. Ghaza Kusairi

(Mahasiswa Pascasarjana UIN Maliki Malang, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam)

  1. Pendahuluan

Guru sebagai tenaga profesional merupakan tekad pemerintah dan semua pihak dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, agar nantinya mutu SDM Indonesia mampu berdiri sejajar dengan dunia lain. Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

Manusia merupakan sumber daya yang paling penting dalam usaha organisasi/lembaga pendidikan untuk mencapai keberhasilan. Betapapun sempurnanya aspek teknologi dan ekonomi, tanpa aspek sumber daya manusia (guru) sulit kiranya tujuan-tujuan organisasi/lembaga pendidikan dapat tercapai. Pemerintah dan masyarakat telah menunjukan perhatian yang meningkat terhadap aspek sumber daya manusia tersebut. Nilai-nilai manusia semakin diselaraskan dengan aspek-aspek teknologi maupun ekonomi. Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur masukan (input) yang bersama unsur lainnya seperti, bahan, modal, mesin dan teknologi diubah menjadi proses manajemen menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi.

Dalam upaya pembangunan pendidikan nasional, diperlukan guru dalam jumlah yang memadai dan standar mutu kompetensi dan profesionalisme yang terjamin. Untuk mencapai jumlah guru profesional yang mencukupi dapat mengerakkan dinamika kemajuan pendidikan nasional dan diperlukan suatu proses yang terus-menerus, tepat sasaran dan efektif. Proses menuju guru profesional ini perlu didukung oleh semua unsur yang terkait dengan guru. Unsur-unsur tersebut dapat dipadukan untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat dengan sendirinya bekerja menuju pembentukan guru-guru yang profesional dalam mutu maupun kuantitas yang mencukupi (Veithzal Rivai, Sylviana Murni, 2009: 879).

Pada dasarnya promosi jabatan merupakan salah satu bagian dari program penempatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Penempatan karyawan dilakukan dengan membuat penyesuaian terhadap kebutuhan perusahaan yang berhubungan dengan perencanaan untuk memperoleh orang yang tepat pada posisi yang tepat (right man on the right place). Promosi jabatan dilakukan olah perusahaan untuk mengisi kekosongan pormasi ini disebabkan oleh beragam hal mulai dari pensiun hari tua hingga pengunduran diri karyawan. Untuk itu perusahaan mencari karyawan yang telah ada yang dinilai memiliki kualifikasi sesuai dengan jabatan baru yang dibutuhkan dari yang dibutuhkan untuk dapat di promosikan.

Promosi jabatan memberikan peranan penting bagi setiap sumber daya manusia bahkan menjadi sebuah idaman dan tujuan yang selalu di harapkan. Idaman dan tujuan ini berkaitan dengan apa yang akan diperoleh dan dicapai oleh sumber daya manusia setelah memperoleh promosi jabatan. Setiap manusia/karyawan berusaha memberikan performa yang terbaik bagi perusahaan dengan harapan bahwa kinerja yang dihasilkan sesuai yang diharapkan oleh perusahaan. Sumber daya manusia yang berhak memperoleh promosi haruslah memiliki kecakapan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Karena sumber daya manusia tersebut akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan jabatan sebelumnya (http://promosijabatan.googleusercontent.com, diakses tanggal 18 November 2010).

Promosi ini berarti perpindahan dari jabatan ke jabatan yang lebih tinggi disertai dengan peningkatan gaji/upah lainnya, walaupun tidak selalu demikian. Ada beberapa indikator dari promosi jabatan yang dikemukakan oleh para ahli yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan promosi jabatan. Salah satunya adalah dikemukakan oleh Moekijat yang menyebutkan bahwa ada pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan promosi jabatan, yaitu:

  1. Promosi jabatan dibuat atas dasar kecakapan. Semua pelaksanaan prmosi jabatan dalam penyaringan pegawai dibuat atas dasar kecakapan diantara pegawai.
  2. Promosi diselenggarakan hanya menurut rencana organisasi. promosi diselenggarakan hanya menurut rencana organisasi dan disesuaikan dengan kebijaksanaan promosi dari bagian urusa pegawai.
  3.  Pegawai harus diinformasikan tentang rencana promosi. Para pegawai harus menginformasikan tentang perkembangan dan penempatan rencana promosi sejalas dan sedetail mungkin.
  4. Pemberian keterangan mengenai kebijakan dan prosedur promosi. Memelihara dan melindungi pegawai dengan memberi segala keterangan tentang kebijaksanaan dan prosedur untuk mengatur rencana promosi.
  5. Lapang persaingan seluas-luasnya. Setiap rencana promosi menggunakan lapangan persaingan yang seluasluasnya dengan didasarkan atas alasan yang tepat serta dilakukan dengan jujur (Moekijat, 1999: 106)

Dalam lembaga pendidikan, menurut penulis masalah sumber daya manusia masih manjadi sorotan dan tumpuhan bagi suatu lembaga pendidikan untuk tetap dapat bertahan di era globalisasi. Sumber daya manusia memiliki peran utama dalam setiap kegiatan organisasi/lembaga pendidikan. Walaupun didukung oleh sarana dan prasarana dan sumber dana yang berlebihan, tetapi tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal kegiatan lembaga penidikan terutama tentang kegiatan proses belajar mengajar tidak akan terselesaikan dengan baik. Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting untuk mengerakkan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi/lembaga pendidikan. Oleh karena itu, sumber daya manusia merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dengan segala kebutuhannya.

Pengembangan karir melalui promosi jabatan, pada dasarnya berorientasi pada perkembangan organisasi/lembaga pendidikan dalam menjawab tantangan di masa mendatang. Setiap organisasi/lembaga pendidikan harus menerima kenyataan, bahwa eksistensinya di masa mendatang tergantung pada SDM. Tanpa memiliki SDM yang kompotitif sebuah organisasi/lembaga pendidikan akan mengalami kemunduran dan akhirnya dapat tersisih karena ketidakmampuan menghadapi pesaing. Kondisi seperti ini mengharuskan organisasi untuk melakukan pembinaan karier SDM yang harus dilaksanakan secara berencana dan berkelanjutan. Dengan kata lain pembinaan karier salah satu kegiatan manajemen SDM, harus dilaksanakan sebagai kegiatan formal yang dilakukan secara integrasi dengan kegiatan manajemen SDM lainnya (Hadari Nawawi, 2005, 288).

Dengan demikian, dapat penulis jelaskan bahwa dalam makalah ini, pembahasan tentang promosi temporer akan diarahkan atau berorientasikan pada pengembangan karier sumber daya manusia (SDM) yaitu guru. Salah satu solusi untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru adalah melalui promosi jabatan. Sehingga dengan adanya promosi jabatan tersebut, akan memotivasi guru untuk berkerja lebih baik dalam pengembangan dan pengelolaan kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan tertentu.

  1. B.     Konsep Dasar Promosi Temporer

Motivasi yang mendorong seseorang untuk berpartisipatif dalam suatu organisasi adalah kesempatan untuk maju. Sifat dasar manusia pada umumnya ingin menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai saat ini. Karena itulah manusia pada umumnya menginnginkan kemajuan dalam kehidupannya. Kesempatan untuk maju di dalam suatu organisasi dinamakan dengan promosi (penaikan jabatan). Suatu promosi berarti pula pemindahan dari suatu jabatan ke jabatan yang lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Hal ini berarti bahwa suatu promosi jabatan baik yang besifat tetap (permanent promotion) maupun yang bersifat sementara ( tempory promotion) pada umumnya diidamkan oleh setiap anggota organisasi. Oleh karena itu, suatu program promosi jabatan perlu diadakan dalam rangka untuk mengembangan karier SDM.

Istilah promosi (promotion) berarti kemajuan, maju ke depan, pemberian status dan penghargaan yang lebih tinggi. Pengertian promosi dapat pula dikatakan sebagai berikut:

  1. Promosi adalah kemajuan seorang pengawai dalam mengerjakan suatu tugas sehingga ia diberi tugas yang lebih besar tanggung jawabnya.
  2. Promosi adalah perubahan jabatan dari jabatan semula ke jabatan yang lebih tinggi yang mengandung tanggung jawab dan kekuasaan yang lebih besar (kadang-kadang diikuti dengan kenaikan pangkat)
  3. Promosi adalah suatu perubahan dalam tangga kekuasaan, tingkat, derajad dan pangkat.
  4. Promosi adalah kenaikan jabatan, disertai dengan kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih besar daripada kekuasaan dan tanggung jawab sebelumnya (IG. Wursanto, 1989: 68-69)

Sedangkan Flippo yang dikutif oleh H. Malayu S.P Hasibuan (2000: 108) menyatakan bahwa: promosi berarti pemindahan dari suatu jabatan ke jabatan yang lain yang mempunyai status yang lebih tinggi. Biasanya perpindahan kejabatan yang lebih tinggi ini disertai dengan meningkatan gaji atau capat lainnya, walau tidak selalu demikian (Hasibuan, 2000: 108). Sedangkan Andrew F. Sikula menyatakan bahwa secara teknis promosi adalah suatu perpindahan didalam suatu organsiasi dan posisi lainnya yang melaibatkan baik pengikatan upah maupun status (Hasibuan, 2004: 100)

Dengan demikian, dari beberapa pengertian tentang promosi tersebut di atas, dapat penulis simpulkan bahwa promosi adalah suatu kenaikan jebatan yang dialami oleh seorang pengawai/guru diserta dengan kekuasaan yang lebih tinggi dan tanggung jawab yang lebih besar pula. Sedangkan promosi sementara/temporer (tempory promotion) promosi ini bersifat sementara karena karyawan/guru yang bersangkutan hanya diminta untuk menduduki jabatan yang sedang kosong karena suatu sebab tertentu. Misalnya yang bersangkutan sedang menunaikan ibadah haji. Selama menduduki jabatan sementara tersebut karyawan/guru yang bersangkutan tidak mengalami perubahan gaji dan wewenang.

Promosi sangat penting dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier pengawai, antara lain yaitu:

  1. promosi merupakan motivasi bagi pengawai untuk lebih maju dan lebih mengembangkan bakat dan kariernya
  2. promosi merupakan usaha meningkatkan semangat dan gairah kerja pengawai
  3. promosi merupakan usaha mengisi formasi jabatan dengan menggunakan sumber daya manusia dari dalam
  4. bagi pengawai promosi lebih penting daripada kenaikan gaji, meskipun pada umumnya promosi disertai dengan pemberian gaji yang lebig tinggi
  5. promosi dapat menjamin keyakinan para pegawai, bahwa setiap pengawai selalu diberi kesempatan untuk maju dan mengembangkan karier
  6. promosi merupakan salah satu usaha untuk menciptakan persaingan yang sehat di antara pengawai (IG. Wursanto, 1989: 69)

Ada dua pendekatan utama yang digunakan dalam mempromosi pegawai, yaitu sistem promosi tertutup dan sistem promosi terbuka. Pendekatan yang lebih umum digunakan adalah pendekatan promosi tertutup yang menempatkan unsur tanggung jawab untuk mengindentifikasi pengawai yang dapat dipromosikan. Untuk itu penyelia memiliki catatan tentang kandidat. Selain itu, untuk mereview kinerja masa lalu dan menilai potensi bawahan. Promosi terbuka pada umumnya diarahkan untuk mereka yang paling berkualifikasi dan diumumkan lewat papan pengumuman dan buletin. Jadi, semua pegawai yang berminat dan merasa kualifikasinya terpenuhi bebas untuk melamar. Ditinjau dari sisi filosofis, dengan sistem terbuka organisasi telah bertindak secara transparan, adil dan tidak diskriminatif (Sjafari Mangkuprawira, 2004: 168)

Dengan demikian, dapat penulis katakana bahwa promosi memiliki manfaat baik bagi organisasi/lembaga pendidikan/perusahaan maupun bagi sumber daya manusianya. Manfaat-manfaat tersebut antara lain pertama, promosi dapat memungkinkan organisasi/lembaga pendiddikan memanfaatkan kemampuan SDM untuk memperluas usahanya. Kedua, promosi dapat mendorong tercapainya kinerja SDM yang baik. SDM umumnya berupaya melakukan pekerjaan sebaik mungkin jika mereka percaya bahwa kinerja tinggi mengarah pada adanya promosi. Ketiga, terdapat korelasi signifikat antara kesempatan untuk kenaikan pangkat dan tingkat kepuasan kerja. Akan tetapi, organisasi/lembaga pendidikan yang sedang mengalami penurunan kegiatan usaha dan struktur organisasi yang relative ramping, hanya sedikit saja SDM yang dapat dipromosikan. Dengan kata lain, bahwa peluang SDM/pegawai untuk dipromosikan semakin kecil

Promosi jabatan dapat memberikan sebuah harapan bagi para karyawan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari pekerjaannya. Selain itu promosi jabatan mampu menarik motivasi kerja karyawan untuk dapat bekerja lebih giat lagi. ada keterkaitan anatara prmosi jabatan dengan motivasi kerja, yaitu: suatu motivasi yang dapat mendorong seseorang untuk dapat berpartisipasi. Melihat arti penting faktor SDM sebagai aset terpenting dari suatu organisasi, maka organisasi harus mampu untuk memotivasi para karyawan agar dapat terdorong dan tergerak untuk bekerja jauh lebih maksimal dengan semangat kerja yang tinggi. Dengan demikian kepuasan kerja karyawan akan dapat dicapai. Promosi aktif dalam suatu organisasi, antara lain kesempatan untuk maju. Telah menjadi sifat dasar manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik atau lebih maju dari posisi yang dimilikinya pada saat ini (Samsudin, 2005: 264). Kesempatan untuk maju itu dalam suatu organisasi sering disebut sebagai promosi. Promosi yang berasaskan keadilan akan menjadi alat motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan motivasinya (Hasibuan, 2006:109)

Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan SDM yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi. Ada beberapa prinsip-prinsip promosi untuk memotivasi kerja karywan, yaitu:

  1. Prinsip partisipasi. Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai/SDM perlu diberikan kesempatan ikut partisipasi dalam menentukan tujuan yang ingin dicapai.
  2. Prinsip komunikasi. Organisasi mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, dengan informasi yang jelas, pengawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
  3. Prinsip mengakui andil bawahan. Organisasi mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil didalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pengawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya.
  4. Prinsip pendelegasian wewenang. Organisasi yang memberikan otoriter atau wewenang kepada pengawai untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan pekerjaan yang dilakukannya, akan membuat pengawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh orgnaisasi.
  5. Prinsip memberikan perhatian. Organisasi memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai, akan memotivasi pegawai bekerja yang apa diharapkan oleh organisasi (A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, 2007: 61-62).
  1. C.     Prosedur Pelaksanaan Promosi

Penerapan promosi jabatan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berdaya guna, karena keberhasilan sumber daya manusia dapat tercapai, tergantung pada pengelolaan sumber daya sebagai potensi organisasi. Dalam pelaksanaan promosi jabatan berarti organisasi/lembaga pendidikan menghargai atas kemampuan, keterampilan serta prestasi kerja yang baik, yang telah dicapai oleh karyawannya dengan memberikan kepercayaan untuk menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya dalam rangka pemberdayagunaan kesempatan pada SDM untuk mengembangkan diri dan mencapai jenjang karier yang lebih baik.

Promosi dapat menjadi motivasi yang mendorong setiap karyawan untuk bekerja lebih baik, lebih giat, bersemangat dalam malaksanakan pekerjaan untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Hal ini dapat dipahami bahwa setiap orang itu akan mau bekerja mati-matian dalam suatu organisasi karena dia berharap ada harapan untuk mendapat promosi pada suatu waktu ke tempat yang lebih tinggi. Karena dengan promosi, sedikit banyak kebutuhan sense of achievement-nya dapat dipenuhi. Oleh sebab itu, organisasi perlu memperhatikan kebutuhan para karyawan ini melalui penyusunan program yang tepat dan objektif (Gouzali Saydam, 2006: 38).

Setiap organisasi atau perusahaan atau lembaga pendidikan mempunyai dasar yang berbeda-beda dalam menentukan prosedur pelaksanaan promosi. Ada tiga prosedur pelaksanaan promosi jabatan, antara lain yaitu:

  1. Promosi berdasarkan prestasi kerja

Prestasi kerja merupakan sesuatu yang sukar untuk diperoleh karena dia menghendaki kecakapan, kemampuan dan keuletan dari pegawai yang bersangkutan. Memberikan promosi berdasarkan prestasi kerja ini banyak dilakukan oleh organisasi/perusahaan yang sudah mapan yang para pengawai/karyawannya sudah terlatih dengan sistem prestasi kerja yang sudah teratur. Apabila dasar prestasi kerja benar-benar diterapkan dalam organisasi/perusahaan, akan sulit melakukan promosi ini karena prestasi kerja sendiri memerlukan suasana persaingan yang amat ketat. Oleh sebab itu, kadang-kadang dalam penerapannya cenderung dipengaruhi factor-faktor subjektivitas, yang dapat menimbulkan keresahan para pegawai/karyawan (Gouzali Saydam, 2006: 38)

  1. Promosi berdasarkan senioritas

Promosi atau kenaikan jabatan dapat diberikan berdasarkan pada masa kerja pegawai. Sistem promosi demikian dikenal sebagai sistem promosi senioritas (seniority), yang berarti bahwa dalam pelaksanaan program promosi masa kerja lebih diutamakan sebagai bahan pertimbangan. Dengan sistem ini pegawai yang memiliki masa kerja paling lama mendapat prioritas untuk memperoleh promosi. Sistem promosi berdasarkan senioritas mengandung kelemahan, dengan sistem ini pelaksanaan promosi kurang memperhatikan factor kecakapan dan kemampuan pengawai (IG. Wursanto, 1989: 70-71). Mendasarkan promosi pada dasar senioritas ini dalam analisis penulis, dianggap paling mudah untuk dilaksanakan dan ungkin paling objektif. Senioritas dapat diukur dan lebih transparan dibandingkan dengan dasar promosi dengan sistem prestasi kerja yang sukar diukur dan amat tertutup. Namun, kadang-kadang terdapat pula beberapa kelemahan promosi yang didasarkan pada senioritas ini. Kelemahan tersebut antara lain dapat terlihat pada: (a) karyawan senior kadang-kadang sudah statis dan loyo, (b) pengalaman banyak belum tentu mempunyai prestasi yang tinggi, (c) sulit menerima perubahan dan perkembangan baru, dan (d) sukar menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi baru (Gouzali Sydam, 2006: 39).

  1. Promosi berdasarkan prestasi kerja dan senioritas

Untuk memenuhi harapan semua karyawan/pegawai, maka kebanyakan organisasi/perusahaan menggunakan pola gabungan prestasi kerja dan senioritas. Sistem gabungan ini dianggap lebih objektif dan lebih dapat diterima oleh semua karyawan/pegawai. Dengan menggunakan sistem gabungan ini, apabila ada dua orang karyawan/pegawai yang sama masa kerjanya, dengan tingkat prestasi kerja yang berbeda, maka yang mendapat promosi pertama adalah yang memiliki prestasi kerja yang lebih tinggi diantaranya. Demikian pula sebaliknya, apabila dua karyawan/pegawai mempunyai prestasi kerja yang sama, tetapi salah satu memiliki senioritas yang lebih tinggi, maka yang memiliki tingkat senioritas yang lebih tinggilah yang mendapat prioritas pertama untuk promosi (Gouzali Saydam, 2006: 40).

Dengan demikian, dalam pandangan penulis bahwa prosedur penggangkatan karyawan/pegawai melalui promosi jabatan, baik yang bersifat tetap (permanent promotion) maupun yang bersifat sementara (tempory promotion) benar-benar dilaksanakan atas dasar objektivitas baik promosi dengan sistem prestasi kerja, senioritas maupun mengabungkan antara prestasi kerja dengan senioritas. Prosedur promosi akan memotivasi kerja karyawan/pegawai untuk lebih baik. Akan tetapi, kadang-kadang dalam lembaga pendidikan, promosi jabatan masih banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur kepentingan golongan tertentu sehingga hasil yang ingin dicapai tidak sesuai dengan harapan yang dinginkan. Dalam dunia pendidikan kita, masih banyak penggangkatan atau promosi jabatan dipengaruhi dasar pertemanan sehingga mengabaikan objektivitas dalam hal tersebut. Inilah yang menyebabkan rendahnya mutu guru saat ini. Promosi dan penggangkat guru atau kepala sekolah pada sekarang ini banyak yang belum mengutamakan kaulifikasi dan prestasi akademik. Seiringan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi baik teknologi informasi dan komunikasi belum mampu untuk meningkat kualitas guru. Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkat mutu guru, salah satu dengan mengeluarkan kerbijakan-kebijakan tentang guru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Standar Kualifikasi Akademis dan Kompetensi Guru belum mampu disosialisasikan oleh pemerintah daerah dengan baik, sehingga masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan kualifikasi akademis yang ditetapkan.

Seorang pegawai dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Ada formasi atau lowongan jabatan. Lowongan jabatan dapat terjadi karena ada pegawai yang naik haji, mengundurkan diri, pindah pekerjaan, pensiun atau meninggal dunia.
  2. Pegawai yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam analisis jabatan
  3. Pegawai yang bersangkutan lulus seleksi (ujian dinas) (IG. Wursanto, 1989: 69).

Promosi jabatan baik yang bersifat tetap maupun yang bersifat sementara harus benar-benar bersifat objektif sehingga pegawai dengan senang hati dengan program promosi tersebut. Program promosi sebaiknya juga mencakup syarat-syarat tertentu antara lain, yaitu:

  1. Promosi hendaknya dilakukan atas dasar kecakapan (merit). Promosi hendaknya diberikan kepada pegawai yang paling cakap dari antara para pegawai
  2. Promosi hendaknya diselenggarakan menurut program promosi yang telah dibuat, dan sesuai dengan kebijaksanaan promosi dari urusan kepegawaian
  3. Promosi hendaknya dilaksanakan atas dasar alas-alasan yang tepat
  4. Program promosi hendaknya dilaksanakan berdasarkan metode-metode penilaian objektif
  5. Semua informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan program promosi sebaiknya disampaikan kepada para pegawai, sehingga mereka semua mengetahui kebijaksanaan pemimpinan/organisasi dalam melaksanakan program promosi.

Dari lima syarat-syarat program promosi tersebut, penulis mencoba menganalisis pada nomor lima, bahwa dalam dunia pendidikan hingga sampai saat ini belum ada program-program promosi jabatan yang diketahui secara umum oleh guru sebagai pegawai, sehingga yang memotivasi guru untuk berprestasi dalam kegiatan pembelajaran tidak ada. Apabila pemerintah memiliki program promosi jabatan, kemduian diinformasikan kepada para guru, maka akan mendorong para guru untuk meningkat kualitas dirinya dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dengan mengetahui syarat-syarat untuk dapat dipromosikan, maka guru akan semakin termotivasi dalam kegiatan pembelajaran apabila memenuhi syarat-syarat yang harus dipertimbangkan dalam promosi jabatan.

Pengembangan SDM melalui promosi temporer/sementara sangat penting bagi pengembangan karier SDM karena orientasi dan tujuan dari promosi adalah untuk meningkat dan mengembangkan karier SDM. Promosi temporer pada dasarnya terdiri dari du macam, yaitu:

  1. Promosi temporer lebih tinggi

Seorang karyawan yang dianggap cukup mempunyai potensi dan dianggap mampu memikul tanggung jawab yang lebih besar, sering ditugaskan sebagai pelaksana operasi harian  pada jabatan-jabatan tertentu yang lebih tinggi. Hal ini sering populer dengan sebutan POH (Pelaksana Operasi Harian). Secara tidak langsung, penunjukan ini merupakan upaya pemgembangan SDM agar yang bersangkutan dapat mengembangan diri selama menjadi POH (Gouzali Saydam, 2006: 28-29). Persyaratan seorang karyawan untuk dapat ditunjuk menjadi POH suatu jabatan antara lain, yaitu:

  1. Pegawai yang ditugaskan mempunyai potensi dan kemampuan dalam melaksanakan tugas.
  2. Mempunyai pengalaman kejuruan atau manajerial yang memadai.
  3. Mempunyai masa kerja (senioritas) atau kepangkatan yang lebih tinggi di antara karyawan yang ada
  4. mempunyai pengalaman kerja yang lebih luas
  5. langsung berada di bawah pejabatan yang menunjuk (Gouzali Saydam, 2006: 29)
    1. Promosi temporer setingkat

Dalam penugasan, penunjukkan jabatan sementara yang setingkat ini merupakan salah satu pengembangan Sumber Daya Manusia yang paling sering dilakukan dalam lembaga atau organisasi. Sehubungan dengan kependidikan khususnya, biasanya pejabat yang sudah menduduki suatu jabatan tertentu ditunjuk untuk menduduki jabatan sementara daripada pejabat yang digantikan, yang diakarenakan pejabat yang digantikan sementara ini tengah melaksanakan tugas ke luar daerah ataupun cuti. Dengan bentuk penugasan seperti ini pejabat yang ditunjuk menjadi pemangku jabatan sementara ( PJS ), yang memegang jabatan rangkap, disamping jabatan tetapnya sendiri (Gouzali Saydam, 2006: 29)

Namun, ada pula persamaan antara karyawan atau pejabat yang POH adan yang menduduki PJS. Persamaan itu terlihat pada:

  1. sama-sama ditunjuk hanya untuk sementara waktu
  2. sama-sama tidak dapat memutuskan hal-hal yang bersifat prinsipil
  3. sama-sama tidak mempunyai dampak pada penghasilan yang diterimanya selama ini, atau tidak mempunyai keuntungan secara ekonomi.

Sebaliknya antara POH dengan PJS itu juga mempunyai banyak perbedaan. Perbedaan itu hanya bersifat gradual, tetapi cukup prinsipil, yaitu:

  1. POH ditunjuk oleh yang digantikan, sedangkan PJS ditunjuk oleh atasan yang digantikan
  2. pemegang POH adalah bawahan langsung dari pejabat yang digantikan, sedangkan PJS pejabat yang setara dengan pejabat yang digantikan
  3. POH dapat berasal dari karyawan staf biasa, sedangkan PJS harus pejabat yang sudah mempunyai jabatan tertentu
  4. SK penunjukan POH ditandatangani oleh pejabat yang digantikan, sedangkan SK penunjukan PJS ditandatangani oleh atasan pejabat yang digantikan ( Gouzali Saydam, 2006: 30).

Dengan demikian, dapat penulis jelaskan bahwa apabila disimak dari praktik yang ada, terutama pada lembaga pendidikan, penunjukan jabatan sementara bagi kedua macam penunjukan tersebut, dari segi ekonomis tidak ada pengaruh apa-apa (misalnya tambahan penghasilan), selain dari dampak yang bersifat psikologis. Dampak psikologis itu berupa penghargaan dan kepercayaan dari organisasi untuk mengembangkan suatu jabatan walaupun bersifat sementara. Di dalamnya terkandung unsur keinginan organisasi untuk mengembangkan kemampuan yang bersangkutan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Dengan pernahnya yang bersangkutan ditunjuk memegang jabatan yang lebih tinggi, maka yang bersangkutan tentu akan mendapat perhatian yang pertama dari oeganisasi/lembaga pendidikan nantinya untuk menduduki jabatan-jabatan tersebut atau yang lebih tinggi. Apabila yang ditunjuk mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, bahkan lebih baik dari pemegang jabatan yang aslinya, maka ada kesempatan bagi yang ditunjuk untuk dipromosikan pada suatu waktu.

Dengan melakukan promosi, diharapkan para karyawan tersebut dapat mengubah sikap kearah yang lebih baik. Namun, dalam praktik perubahan ini hanya terlihat pada masa awal-awalnya saja. Hal ini mungkin karena yang bersangkutan sementara waktu sudah terpuaskan keinginannya untuk promosi, tetapi untuk jangka panjang belum tentu. Banyak kita lihat, setelah seseorang dipromosikan, semangat dan kegairahan kerja yang bersangkutan meningkat. Namun, setelah beberapa lama dia menduduki jabatan baru itu, semangat kerjanya merosot lagi karena pada dirinya muncul lagi kebutuhan baru yang lebih tinggi dari apa yang sudah dicapainya sekarang. Manfaat yang diharapkan oleh organisasi/lembaga pendidikan dengan mempromosikan karyawan/pegawai adalah berubahnya pola sikap mereka kearah yang lebih positif. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Manfaat

promosi

  • Meningkatkan semangat dan kegairahan
  • Meningkatkan disiplin kerja
  • Terwujudnya iklim kerja yang baik
  • Meningkatnta produktivitas kerja

Dalam promosi jabatan dalam rangka untuk pengembangan karier sumber daya manusia (SDM) baik yang bersifat tetap maupun bersifat sementara, ada beberapa jenis promosi jabatan, yaitu:

  1. 1.      Promosi jabatan struktural

Sumber daya manusia (SDM) yang telah memenuhi persyaratan kompetensi jabatan struktural tertentu dapat diberikan sertifikasi sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh instansi pembina dan instansi pengendali serta dianggap telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan untuk jabatan tersebut. Dalam jabatan struktural, perpindahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Horizontal, yaitu perpindahan jabatan struktural dalam jabatan eselon yang sama.
  2. Vertikal, yaitu perpindahan dari eselon yang lebih rendah ke eselon yang lebih tinggi
  3. Diagonal, yaitu perpindahan dari jabatan struktural kedalam jabatan fungsional atau sebaliknya.
  4. 2.      Promosi jabatan fungsional

Pengertian jabatan fungsional dalam suatu lembaga pendidikan dalam berbagai peraturan perundang-undangan dirumuskan sebagai suatu cara untuk melaksanakan tugas pembelajaran dan pengembangan. Sebaliknya dapat dirumuskan juga bahwa tugas adalah cara untuk melaksanakan fungsi. Ketidakseragaman pengaturan ini tidak terlepas dari kerancuan pengertian fungsi dan tugas. Untuk melaksanakan tugas umum kepala sekolah dan guru diperlukan kemampuan dan kemahiran manajerial yang dapat mengintegrasikan seluruh sumber daya demi tercapainya tugas pokok, fungsi, dan kewenangan lembaga pendidikan. Terdapat dua paradigma yang muncul dengan adanya ide pembentukan jabatan fungsional, yaitu: Pertama, adalah dengan adanya perampingan organisasi pemerintahan di daerah berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2003 tentang Organisasi Pemerintahan Di Daerah, ini akan mengakibatkan struktur berubah dan tentu implikasikan pada jabatan struktural berkurang. Kedua; adalah begitu urgennya tenaga perencana pemerintah, karena pemerintah sebagai suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatannya untuk mencapai tujuan perlu dituangkan dalam bentuk rencana-rencana.

Dapat digambarkan bahwa jabatan fungsional adalah jabatan yang secara langsung memproses sumber daya menjadi suatu hasil yang ditetapkan organisasi. Oleh karena itu keterampilan teknis dari pemegang jabatan fungsional sangat diperlukan dan mempunyai nilai strategis dalam menangani tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Upaya pembinaan jabatan fungsional mutlak harus dilaksanakan secara lebih konsepsional dan harus dituangkan dalam wadah aturan hukum yang dapat menjamin kelangsungan sistem pembinaan jabatan fungsional. Undang-undang No. 43 Tahun 1999 jo Undang-undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri sipil, mengatur bahwa Jabatan Fungsional adalah: “Kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang PNS dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri”. Jabatan Fungsional Perencana seperti diatur dalam Keputusan Menpan No. 16/Kep/M.PAN/3/2001 ini ditujukan bagi Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang memiliki tugas perencanaan. Dengan ditetapkannya jabatan fungsional diharapkan dapat mendorong terbentuknya dan atau pemantapan organisasi profesi dari jabatan fungsional yang bersangkutan. Hal ini memungkinkan dapat dirumuskan etika profesi yang merupakan norma terhadap disiplin ilmu dan organisasi yang harus dipatuhi oleh pejabat fungsional dalam melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya.

Dalam melaksanakan fungsinya pejabat fungsional tidak mutlak harus bekerja sendiri, dia juga tidak dibantu oleh tenaga profesional yang lain. Namun tanggung jawab dan tanggung gugat hasil pelaksanaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas tetap melekat pada pejabat fungsional tersebut. Hasil dari pelaksanaan tugas disampaikan kepada instansi pembinanya, yaitu instansi perencanaan pemerintah pusat atau daerah di tempat pejabat fungsional tersebut dipekerjakan. Hasil kerjanya dituangkan dalam bentuk hukum berupa undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, atau peraturan perundang-undangan bawahan lainnya. Bentuk hukum tersebut tentu saja mengikat umum, baik bagi rakyat maupun bagi pemerintah sendiri untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh pemerintah yang bersangkutan. Kriteria jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan ditetapkan sebagai berikut:

  1. Mempunyai metodologi, teknis analisis, teknik dan prosedur kerja yang didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan dan/atau pelatihan teknis tertentu dengan sertifikasi;
  2. Memiliki etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi;
  3. Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan:
  4. Tingkat keahlian bagi jabatan fungsional keahlian;
  5. Tingkat keterampilan bagi jabatan fungsional keterampilan;
  6. Pelaksanaan tugas bersifat mandiri;
  7. Jabatan fungsional tersebut diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.
  8. D.    Implementasi Promosi Pada Lembaga Pendidikan

Orientasi dan tujuan dari promosi adalah untuk mengembangan karier guru merupakan salah satu komponen dalam pengembagan SDM pendidikan. Pengembangan karier melalui promosi merupakan proses dan kegiatan mempersiapkan seorang guru untuk menduduki jabatan dalam satuan pendidikan yang akan dilakukan pada masa mendatang. Dengan pengembangan tersebut, bahwa lembaga pendidikan dan guru tersebut telah menyusun perencanaan sebelumnya tentang cara-cara yang perlu dilakukan untuk mengembangkan karier guru selama dia bekerja sebagai guru pada satuan pendidikan tertentu.

Dalam proses implementasi promosi pada sebuah lembaga pendidikan, kiranya perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana guru yang telah diamanahkan tugas tertentu memahami situasi kondisi yang telah terjadi selama pelaksanaan tugasnya. Artinya dia harus mempelajari kembali permasalahan yang ada dalam lembaga pendidikan, dengan tujuan pengalaman yang baru dalam diri guru tersebut bisa diposisikan dengan tepat sesuai dengan kompetensinya. Salah satu contoh bisa dijadikan sebagai penguatan masalah ini, dalam sebuah lembaga pendidikan problem yang sering dihadapi adalah mengenai hasil pembelajaran (priduktifitas) dalam kelas yang tidak mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat sebagai stakeholder terutama outputnya, yang disebabkan oleh minimnya tenaga guru yang bermutu dan professional.

Pengembangan karier guru melalui promosi perlu dilakukan karena seorang guru yang bekerja pada suatu lembaga pendidikan tidah hanya ingin memperoleh apa dimilikinya hari ini, tetapi juga mengharapkan ada perubahan, ada kemajuan dan ada kesempatan yang diberikan kepada guru untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih baik. Setiap orang akan merasa bosan jika bekerja pada tempat yang itu-itu saja, guru selalu mengharapkan akan ada perubahan dan jaminan bahwa dia dari waktu ke waktu mendapat pengakuan yang lebih besar dari satuan pendidikan tempat lingkungan kerjanya (Gouzali Saydam, 2006: 41).

Dilihta dari prosesnya, pengembangan karier guru melalui promosi jabatan melibatkan banyak pihak, antara lain yaitu:

  1. Peran guru

Seorang guru merupakan orang yang paling berkepentingan dalam proses kegiatan pengembangan karier melalui promosi. Jika guru sendiri memperlihat keterampilan-keterampilan dan sikap yang tidak proaktif dalam pengembangan karier, mustahil guru akan mendapatkan kesempatan untuk promosi dalam rangka untuk pengembangan karier guru itu semdiri.

  1. Peran pengelola/pengembangan guru

Bagian pengelolaan/pengembangan karier guru dalam satuan pendidikan sangat mempengaruhi kesempatan guru untuk mengembangkan kariernya melalui promosi. Apabila acuan sudah tersusun dengan jelas, harus diinformasikan kepada seluruh guru agar mereka mempersiapkan diri untuk pengembangan karier melalui promosi jabatan baik yang bersifat tetap maupun yang bersifat sementara.

  1. Peran kepala sekolah

Seorang kepala sekolah dalam satuan pendidikan merupakan orang yang pertama yang paling tahu tentang kelebihan dan kekurangan-kekurangan seorang guru. Hal ini dapat dipahami karena kepala sekolah selalu membimbing dan mengarahkan yang bersangkutan/guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari dalam kegiatan proses belajar mengajar. Namun, kadang-kadang kepala sekolah menjadi faktor penghambat dalam pengembangan karier guru.

Dalam pengembangan karier melalui promosi, dalam rangka untuk meningkatkan dan pengembangan profesional guru, ada beberapa pihak yang berperan aktif dalam pengembangan profesional guru, yaitu:

  1. Guru dan KKG/MGMP

Guru yang tersebar di seluruh Indonesia masing-masing perlu mendapatkan akses untuk berkumpul membentuk kelompok sesuai dengan interes profesionalnya masing-masing

  1. Satuan Pendidikan

Fungsi satuan pendidikan dalam kaitannya dengan pengembangan profesional guru, merupakan tempat yang sangat vital dalam pengembangan profesional guru. Seluruh perangkat dan infrastruktur sekolah dapat digunakan oleh para guru dalam proses peningkatan profesionalnya.

  1. LPMP dan P4TK

Dalam upaya menumbuh kembangkan KKG dan MGMP, perlu mendapatkan pasokan informasi, material dan juga finansial secara sistematis. Lembaga yang dapat memberikan masukan di antaranya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidik (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). Keberadaan LPMP dan P4TK memiliki peran yang sangat penting dalam pengemangan karier guru untuk meningkat profesional guru itu sendiri.

  1. Perguruan Tinggi

Lembaga perguruan tinggi mempunyai peranan signifikat dalam meningkat dan mengembangan profesional guru. Perguruan tinggi dapat melakukan kegiatan-kegiatan di satuan-satuan pendidikan guna ikut mengaktifkan guru-guru dan menjalin hubungan kerja sama pengembangan pendidikan.

  1. Asosiasi Profesi

Asosiasi dapat bekerja sama dalam mengerakkan dinamika guru dengan berbagai macam kegiatan yang mengarah pada pemberdayaan individu dan kelompok guru. Kepala Sekolah dan Pengawas atau KKS/MKKS, KKP/MKPS

Secara reel di daerah-daerah, kepala sekolah dan pengawas yang bergabung dalam KKS/MKKS dan KKP/MKKPS mempunyai fungsi sangat menentukan bagi pengembangan guru. Kepala sekolah dan pengawas dapat berperan positif terhadap pengembangan karier dan profesional guru.

  1. Persatuan Orang Tua Murid (POM)/ Komite Sekolah

Persatuan orang tua murid (POM)/komite sekolah (KS) dalam pengembangan profesional guru sangat signifikat, karena POM dapat menjadi memicu perubahan-perubahan langsung terhadap guru sesuai dengan perkembangan zaman. POM/KS pada umumnya mempunyai akses langsung kepada guru (Veithzal Rivai, Sylviana Murni, 2009: 887-889)

Dengan demikian, ketujuh organisasi pendidikan tersebut sangat memiliki peranan yang signifikat untuk membantu mengembangkan karier guru dan mengembangkan profesional guru. Penulis beranggapan bahwa pengembangan karier dan profesional guru tidak bias lepas dari pihak-pihak lain. Pengembagan karier dan profesional guru melalui promosi jabatan sangat penting dilakukan untuk meningkat mutu guru itu sendiri. Promosi jabatan merupakan penghargaan terhadap guru agar dia menjalankan tugasnya sebagai guru dalam proses belajar mengajar lebih baik.

  1. E.     Penutup

Dari beberapa uraian diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, bahwa pengembangan karier guru melalui promosi jabatan dalam satu organisasi atau lembaga pendidikan merupakan sesuatu hal yang perlu dilakukan, untuk meningkatkan mutu dan profesional guru. Namun secara umum bagaimana hasil dan proses promosi dalam mengembangkan karier dan profesional guru, berikut beberapa prosedur pelaksanaan promosi jabatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan, yaitu:

  1. Promosi berdasarkan prestasi kerja

Prestasi kerja merupakan sesuatu yang sukar untuk diperoleh karena dia menghendaki kecakapan, kemampuan dan keuletan dari guru yang bersangkutan.

  1. Promosi berdasarkan senioritas

Promosi atau kenaikan jabatan dapat diberikan berdasarkan pada masa kerja guru. Sistem promosi demikian dikenal sebagai sistem promosi senioritas (seniority), yang berarti bahwa dalam pelaksanaan program promosi masa kerja lebih diutamakan sebagai bahan pertimbangan. Dengan sistem ini guru yang memiliki masa kerja paling lama mendapat prioritas untuk memperoleh promosi.

  1. Promosi berdasarkan prestasi kerja dan senioritas

Untuk memenuhi harapan semua guru, maka kebanyakan lembaga pendidikan menggunakan pola gabungan prestasi kerja dan senioritas. Sistem gabungan ini dianggap lebih objektif dan lebih dapat diterima oleh semua guru.

Pengembangan SDM melalui promosi temporer/sementara sangat penting bagi pengembangan karier SDM karena orientasi dan tujuan dari promosi adalah untuk meningkat dan mengembangkan karier SDM. Promosi temporer pada dasarnya terdiri dari du macam, yaitu:

  1. Promosi temporer lebih tinggi. Seorang guru yang dianggap cukup mempunyai potensi dan dianggap mampu memikul tanggung jawab yang lebih besar, sering ditugaskan sebagai pelaksana operasi harian  pada jabatan-jabatan tertentu yang lebih tinggi.
  2. Promosi temporer setingkat

Dalam penugasan, penunjukkan jabatan sementara yang setingkat ini merupakan salah satu pengembangan Sumber Daya Manusia yang paling sering dilakukan dalam lembaga pendidikan

  1. F.      Rekomendasi

Promosi jabatan yang berorientasikan pada pengembangan karier dan profesional guru, memiliki fungsi yang sangat signifikat untuk mengembangan dan meningkat mutu dan profesional guru. Oleh karena itu, untuk mengembangan karier guru melalui promosi jabatan yang berdampak terhadap pengembangan mutu dan profesional guru, maka penulis merekomendasikan bebrapa hal harus diperhatikan oleh pihak yang bersangkutan terutama pemerintah dan satuan pendidikan, antara lain yaitu:

  1. Promosi jabatan harus diprogram dengan jelas, program-program promosi tersebut harus diinformasikan kepada para guru agar guru termotivasi untuk meningkatkan tugasnya dengan baik, sehingga akan berdampak terhadap pengembangan karier dan mutu serta profesional guru
  2. Agar promosi yang berorientasi pada pengembangan karier dan profesional guru benar-benar mencapai sasaran yang telah ditetapkan yaitu meningkatkan mutu dan profesional guru, maka perlu diadakan evaluasi yang melibatkan banyak pihak yang berkepentingan terhadap pelaksanaan program promosi jabatan.
  3. Agar pelaksanaan program promosi dalam rangka untuk mengembangan karier dan profesional guru, hendaknya dilakukan secara objektivitas oleh satuan pendidikan tertentu. Promosi jabatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan sekarang ini, masih banyak bersifat subjektivitas dan demi kepntingan-kepentimgan golongan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: